Langsung ke konten utama

tiga hal yang harus di perhatikan sebelum mendaki

sering kali dijumpai dalam setiap pendakian gunung, baik yang dilakukan secara profesional maupun amatiran. Prosedur keselamatan dalam pendakian gunung sendiri mencakup beberapa aspek yang sering di sebut dengan PPT atau People, Process, and Technology.

1. People

Adalah individu yang melakukan kegiatan itu sendiri, menurut beberapa mountainners, standar jumlah personil team dalam melakukan sebuah kegiatan pendakian adalah minimal 3 orang. dengan jumlah personil seperti ini, ketika terjadi accident di lapangan, pembagian tugas kelompok dalam merescue korban dapat berjalan dengan baik. Hindari memilih teman mendaki gunung yang tidak begitu anda sukai, karena dalam mendaki gunung membutuhkan kerja team yang kompak, jangan sampai anda mendaki gunung dengan membawa dendam pribadi kepada salah satu anggota team, sehingga menyebabkan cekcok fisik, kecelakaan yang disengaja, hingga kematian, karena masing-masing personil tidak bisa menjaga kekompakkan team.

2. Process

Yang dimaksud process disini adalah bekal pengetahuan seorang pendaki gunung mengenai prosedur keselamatan, tekhnik P3K standar, dan aturan-aturan seputar kegiatan yang akan dilakukannya. Diharapkan dengan mengetahui tekhniknya, setiap personil minimal dapat bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya sendiri maupun kelompok, sehingga meminimalisir terjadinya bahaya di lapangan.

3. Technology

technology yang dimaksud adalah penerapan alat-alat yangberkaitan dengan prosedur keselamatan dalam pendakian tersebut. Survival kit adalah kumpulan peralatan vital yang dapat menyelamatkan pendaki jika tiba-tiba terjadi accident atau situasi survival di lapangan, karena dalam mendaki gunung setiap kemungkinan tidak dapat di prosentasekan dengan kurat.

Dari ketiga komponen tadi dapat tercipta suatu kenyaman dalam kegiatan pendakian gunung. Jika salah satu dari komponen tersebut dipisahkan dari strukturnya kegiatan pendakian gunung dapat membahayakan nyawa para pelakunya (keluar dari konteks takdir loh

Edukasi terus menerus tentang prosedur keselamatan dalam mendaki gunung, dapat menciptakan ketenangan dalam perjalanan tanpa harus terlalu memikirkan resiko yang akan dihadapinya. bukankah lebih baik menjaga daripada dijaga. ( Dari berbagai sumber)
6 komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki

...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …