Langsung ke konten utama

Munculnya Gunung Baru Di mana-mana

Terinspirasi oleh sebuah judul di sidebar nya kopraljuniorBahwa "Pecinta Alam identik dengan pelestarian alam, tapi nyatanya? justru bertolak belakang..." hmmm..sebuah judul yang sangat menarik sekaligus menggelitik dan menjadi kritik yang sangat pedas!! kalo kripik sih enak ya..heu heu


Berdasarkan data dari hampir semua pendaki yang mengirimkan email di milis jejakpetualang melaporkan bahwa hampir sebagian besar gunung yang ada di Indonesia adalah gunung yang penuh dengan sampah, bermacam-macam sampah yang ada di sana. mulai dari sampah organik dan anorganik seperti : bungkus mie, botol minuman, tabung gas, baju bekas, tas bekas, CD bekas, pokokny yang bekas-bekas ada.

Jika kita membandingkan dengan slogan bahwa pendaki atau climber itu adalah pecinta alam sejati, maka seharusnya hal itu jangan sampai terjadi, Kalau kita perhatikan dari tahun ke tahun jumlah sampah yang ada bukan berkurang , terakhir saya mendaki ke Gunung Gede 1 Bulan yg lalu sampah malah makin parah... semakin menggunung dan menjadi gunung baru di mana-mana sehingga membuat lingkungan sekitar tak dapat lagi di nikmati dengan bebas dan indah.

Sebagai contoh Gunung Gede, ( Sebagai informasi gunung ini kalau dari rumahku tak jauh hanya butuh waktu 5 jam untuk sampai ke sana). Setiap tahun jumlah pendaki yang berkunjung ke sana semakin meningkat. Sebenarnya ini adalah berita yang menggembirakan untuk pihak Dinas Pariwisata. maka dengan meningkatnya ini otomatis menjadi masalah baru di sisi lain yaitu akan bertambahnya jumlah sampah yang menumpuk, Meskipun pihak pengelola TNGP (Taman Nasional Gede Pangrango) sudah membuat aturan yang sangat ketat, seperti membuat peraturan untuk membawa kembali sampah bekasnya ke pos pemberangkatan semula, tapi tetap saja tidak mampu mengurangi jumlah sampah di sana.

Di sini saya ingin meminta saran dan pendapat dari sahabat semua, untuk memikirkan langkah apa yang terbaik dan efektif menanggulangi masalah sampah di gunung yang kian hari kian menggunung ini!


Siapapun boleh mengeluarkan pendapatnya selama itu masih dalam koridor hukum yang berlaku dan tidak melanggar UUD Bloger Indonesia..( ada belum ya UUD nya? heu heu heu..)


Baca juga yang satu ini:
*mount-everest-tempat-sampah-terbesar-di-dunia

53 komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki

...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …