Langsung ke konten utama

Gunung Rakutak : Uji adrenalinmu di sini!!!

gunung rakutak
gunung rakutak
Gunung Rakutak merupakan satu diantara beberapa gunung yang menjadi kebanggaan para pendaki di Jawa Barat. Gunung ini letaknya didaerah selatan kota Bandung, atau tepatnya diderah Tenggara Wilayah hukum Kabupaten Bandung. Atau jaraknya kira-kira ± 45 KM dari pusat Kota Bandung dan ± 20 KM dari kota Majalaya. jika dibandingkan dengan gunung-gunung yang lainnya, gunung ini tidak terlalu tinggi ( 1921 mdpl ) namun yang menjadikan gunung ini istimewa adalah medan yang sangat menantang. hal ini ditandai dengan banyaknya jurang yang menganga sepanjang perjalanan dari awal pendakian sampai ke puncak.

waktu itu kami berangkat pada pagi hari jam 07.00 wib dari terminal Ciparay menggunakan jasa angkutan pedesaan dan sampai di desa paseh pukul 08.00 Wib. sebelum melanjutkan pendakian kami mengisi air untuk persediaan bekal kami diperjalanan karena setelah perkampungan ini tidak akan ditemui lagi sumber air. Setelah mengisi air secukupnya perjalanan kami lanjutkan menuju kaki gunung rakutak melewati perkebunan penduduk dan dari sini jalan yang kami lalui mulai menanjak setelah berjalan selama 45 menit kami beristirahat sebentar untuk makan.

Selesai makan perjalanan pun kami lanjutkan menuju puncak ke satu. Medan menuju puncak ke satu ini sangat menanjak kemiringannya sekitar 45 derajat. untuk sampai di puncak ke satu, waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit. Di puncak ke satu inilah kami menemukan sebuah jalan yang membuat kami tercengang.. kondisi jalan yang yang berbeda dengan apa yang sering kami lalui di setiap pendakian. Ada teman kami yang menyebutnya seperti jalan “sirhotolmustaqiem” maksudnya seperti jalan antara hidup dan mati. Jika kita lengah sedikit saja maka hal terburuk akan kita dapatkan, seperti terperosok atau bahkan kematian.

Melewati jalan ini harus secara bergantian satu persatu dikarenakan kondisi jalan setapak. Namun semua itu Alhamdulillah dapat kami lewati meskipun rasa tegang masih menghinggapi raut wajah teman2 yang lain.

Perjalanan kami lanjutkan menuju puncak ke dua, kondisi jalan yang menanjak dengan kemiringan sekitar 60 derajat membuat kami harus mengeluarkan energi lebih dan tetap konsentrasi penuh ke jalan. Setelah 50 menit kami berjalan akhirnya sampai juga di puncak ke dua, di sini pemandangan kota bandung dan sekitarnya sudah mulai terlihat.

Menurut informasi yang kami terima dari kawan yang lain bahwa perjalanan dari puncak ke dua menuju puncak ke tiga lebih parah dibanding yang pertama. Dan ternyata setelah 10 menit berjalan kami pun bertasbih dan beristigfar menyebut namaNya.. karena benar juga informasi dari kawan kami tsb. Medan disini mirip sebuah jembatan yang lebarnya 90 cm dan panjangnya sekitar 800 meter. Dan inilah tantangan yang harus kami taklukan!! Disini kami merasakan bahwa tidak ada yang bisa dimintai pertolongan selain meminta kepada Alloh supaya dimudahkan melewatinya.

Bismillah…… kami pun melangkah satu.. dua. tiga… upzz.. ada teman kami yang hamper terpeleset namun untungnya masih bisa selamat karena tersangkut di bebatuan yang ada. Kami pun bersyukur karena kalo tidak tersangkut di batu itu tentu kami harus rela kehilangan teman kami saat itu juga!! Setelah sampai di tengah perjalanan, medan yg kami lewati semakin membuat kami takut dan tegang sehingga kami pun terpaksa merayap agar tidak terpeleset dan terganggu oleh angin gunung yang menebak tubuh kami. Alhamdulillah . sampai juga di puncak ke tiga

Rasa takut, tegang dan lelah kami pun terobati setelah sampai di puncak ke tiga, karena di sini kita bisa melihat kota bandung dengan sangat jelas tanpa adanya halangan dari pepohonan atau bukit. Puncak ketiga ini kondisinya berbeda sekali dengan puncak gunung yang lainnya, disini hanya tersedia tanah lapang yang lebarnya hanya 5 meter dan hanya cukup untuk 1 tenda. disinilah kami beristirahat dan mendirikan tenda sambil menunggu malam tiba.


Menikmati malam di puncak gunung rakutak ini sungguh mengesankan dan takkan terlupakan, dari puncak ini kita bisa melihat kerlap kerlip kota bandung dan sekitarnya.
Setelah puas menikmati pemandangan malam kami segera masuk ke tenda untuk istirahat memulihkan tenaga karena besok pagi kami harus kembali turun.

Ya alloh kami kecil dihadapanMu
Ya Rabb kami hanya manusia kecil yang sering merasa besar dihadapan makhluk ciptaanMu
Ampuni kami ya alloh…….

Gunung Rakutak saksi bisu perjuangan ummat islam masa lalu, jejak mereka teladan kami. 
17 komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki

...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …