Langsung ke konten utama

Operasi Bersih Jalur Pendakian TNGGP - Selabintana 20-22 Desember 2014

Beberesih Jalur Pendakian TNGGP - Selabintana
Operasi Bersih ( OPSIH )Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, 20-22 Desember 2014

Diselenggarakan oleh
KOMUNITAS KOPI GUNUNG (KKG)*

LATAR BELAKANG

Berdasarkan pernyataan atas hasil pengamatan oleh TNGGP yang dipublikasikan dalam SK Kepala Balai Besar TNGGP tentang Petunjuk Teknis Pelayanan Pendakian TNGGP tahun 2010, bahwa aktifitas wisata pendakian ke puncak Gunung Gede dan Pangrango merupakan aktifitas wisata alam yang paling populer di kawasan TNGGP, dan terbukti bahwa kegiatan pendakian memberikan dampak terhadap kawasan konservasi berupa erosi, vandalisme, pencemaran sumber air, pengambilan sumber daya alam hayati - seperti bunga edelweiss - serta yang paling jelas terlihat adalah pencemaran dalam bentuk sampah-sampah yang berceceran. Oleh karena itu, berdasarkan:

1. Kecintaan KKG terhadap Jalur Pendakian Selabintana, sebagai satu-satunya jalur pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang menurut pengamatan fisik KKG merupakan satusatunya jalur pendakian yang hingga kini paling sedikit mendapatkan pengaruh campur tangan manusia, sehingga memberikan suasana yang lebih alami dalam sebuah kegiatan pendakian.

2. Keprihatinan KKG akan kondisi terakhir jalur pendakian Selabintana1, dimana sempat kami temui
pencemaran sampah (organik maupun non organik) pada beberapa titik dalam jalur pendakian dan
terutama pada pos-pos jalur pendakian, sehingga memberi rasa kurang nyaman bagi pendaki-pendaki lain yang ingin menjadikannya tempat beristirahat. Lebih penting lagi, dikhawatirkan kondisi tersebut dapat berpotensi mengganggu pola hidup sumber daya alam hayati di dalam kawasan TNGGP sebagai wilayah konservasi

3. Kurangnya pengetahuan masyarakat umum dan bahkan pendaki-pendaki gunung akan pentingnya menjaga kelestarian kawasan Konservasi

4. Semakin dekatnya masa penutupan rutin tahunan kawasan TNGGP periode tahun 2015 bagi segala bentuk pendakian, sebagai kesempatan bagi sumber daya alam hayati didalamnya untuk merecovery dirinya sendiri tanpa intervensi manusia. Maka kami, bersama kawan-kawan pendaki independen serta Komunitas-Komunitas Pecinta Alam lokal Sukabumi, dalam menyambut penutupan rutin kawasan TNGGP priode 2015, bermaksud menyelenggarakan kegiatan Operasi Bersih di dalam kawasan pendakian TNGGP - khususnya di jalur pendakian Selabintana pada tanggal 20-22 Desember 2014, yang dilengkapi dengan pengayaan pengetahuan menyangkut konservasi alam di akhir kegiatan.

TUJUAN


1. Menjaga kelestarian serta kenyamanan kawasan wisata konservasi dan pendakian Taman Nasional Gunung Gede Pangrango - khususnya jalur pendakian Selabintana - sebagai sebuah kawasan konservasi sekaligus wisata pendakian yang bersih dari sampah (organik maupun non-organik) yang dapat berpotensi mengganggu pola hidup sumber daya alam hayati asli yang ada.

2. Mempertemukan, mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi wadah bagi para peserta dalam berbagi pengetahuan, pengalaman, kendala serta solusi menyangkut kegiatan pendakian gunung maupun aksi pelestarian alam - umumnya di kawasan gunung dan khususnya di kawasan TNGGP.

3. Memberi referensi kepada khalayak umum melalui laporan proses kegiatan - termasuk rumusan evaluasi - yang dipublikasikan secara luas melalui media sosial, sehingga diharapkan dapat berguna bagi kelompok-kelompok pendaki independen yang akan melakukan kegiatan serupa dan dalam kondisi serupa pada jalur pendakian TNGGP Selabintana di masa-masa yang akan datang.

4. Menambah pengetahuan kami tentang hal-hal dasar menyangkut Taman Nasional serta pengetahuan Konservasi Alam, yang diharapkan dapat kami sebar-luaskan kepada masyarakat umum.

PELAKSANAAN

Bentuk Kegiatan

Pendakian bersama, penyisiran sampah, pembersihan pos-pos pendakian,pengorganisasian sampah, Pemindahan sampah keluar kawasan TNGGP, evaluasi kegiatan dan (masih dalam proses pengajuan) pemberian materi konservasi oleh petugas TNGGP

Waktu

20-22 Desember 2014 (Sabtu, Minggu, Senin)

Peserta

Terbuka dan Terbatas 20 - 25 Personil, diutamakan kawan-kawan pendaki independen serta kawan- kawan pendaki perwakilan dari komunitas komunitas pecinta alam lokal Sukabumi. Peserta akan dibagi ke dalam beberapa bagian tugas yang telah ditetapkan oleh KKG (pembagian tugas tim terlampir)

Pendaftaran Peserta

4 - 10 Desember 2014

Prosedur Pendaftaran

Mengisi Formulir yang terlampir bersama TOR ini
Mengirimkan Formulir yang telah diisi via e-mail dengan melampirkan foto KTP (dengan kualitas baik) ke alamat irwandnuryadi@gmail.com

Meeting Point (Hari/Tgl/Pukul)

Terminal Degung, Sukabumi (Sabtu / 20 Des 2014 / 01.00 WIB)

Lokasi Operasi Bersih

Pondok Halimun - Cigeber - Cileutik - Pertigaan Puncak Gemuruh

Lokasi Seluruh Perjalanan

Pondok Halimun- Cigeber - Cileutik - Pertigaan  Gemuruh - Puncak Gede - Kandang Batu - Cibodas

Biaya Patungan

Rp. 60.000,- / person (untuk biaya pembelian trash bag, SIMAKSI TNGGP 3 hari 2 malam dan bahan makanan selama pendakian. Diluar itu sharecost)

Perlengkapan Pendakian

Tenda dan perlengkapan masak disediakan oleh panitia. Perlengkapan pribadi (sleeping bag, carrier, pakaian pendakian, obat-obatan pribadi, senter, trekking-pole, etc) disediakan sendiri oleh masing-masing peserta

Run down kegiatan
Rute

Komunitas Kopi Gunung adalah sebuah komunitas pendaki gunung yang digagas secara mandiri oleh 4(empat) pendaki gunung independen pada bulan November 2014 yang dipertemukan melalui Facebook Group ╩╗Pendaki Indonesia╩╗ - dengan tujuan memfasilitasi para pendaki independen dan/atau amatir untukdapat terlibat aktif - sebagai peserta maupun sebagai penggagas awal untuk sebuah aktifitas luar ruang yang berhubungan dengan usaha pelestarian alam.
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki

...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …