Langsung ke konten utama

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki


...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak dan mengatakan "kami sedang bersiap, keadaan sudah steril ketika bapak itu datang."

Kesalahan ini terjadi, sepertinya, karena kurangnya koordinasi. Kegiatan pendakian yang bukan kegiatan kampus alias kegiatan mandiri ini berujung pada kepanikan besar-besaran.Katanya mereka sudah mengirim sms lagi setelah sms ' saya terpisah dari teman2' yang mengabarkan mereka baik-baik saja. Diduga, sms itu nggak dianggep sama teman mereka di kota, atau mungkin tidak terkirim. Yah, taulah..sinyal di gunung ilang-timbul begitu. Alhamdulilah mereka emang selamat, mereka baik-baik aja, tidak tersesat, luka, sakit, bahkan tewas.

Lalu mereka pun ditanya, " Kan sekarang musim hujan, cuaca di gunung tidak dapat ditebak. Memang tidak ada etikanya pendaki untuk tidak naik di musim seperti ini?Atau jangan2..cari sensasi?"
" Yah, kami murni pingin aja, taulah jiwa muda dapat dimaklumi. Kami emang pingin merasakan bagaimana pendakian di gunung ketika musim hujan.."

perhatian : jangan ikuti jejak mereka karena gara gara mereka aku jadi ngga bisa Blog walking deh selama 4 hari..sial!!!

udah deh kalau mau mendaki lagi nih kamu baca tips nya biar selamat saat mendaki gunung :

1. Berdo'a, minta ijin orTu, bila perlu cium tapak kaki mereka (kata pepatah "surga dibawah telapak kaki ibu") dan beritahukan kemana kita akan pergi mendaki, karena kalau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan akan memudahkan mereka untuk melakukan pencarian..jangan pernah memberikan informasi palsu hanya karena kita ingin di ijinkan pergi...

2. Bawa identitas pribadi yang berlaku. biar memudahkan nanti pada saat evakuasi oleh TIM SAR, kalau kamu menjadi korban orang hilang atau nyasar di gunung (semoga itu tidak terjadi...)

3. Pastikan kamu atau salah satu dari teman kamu, mengetahui medan dan seluk beluk tempat yang akan jadi tempat adventure kamu.

4. Gunakan Jalur resmi (legal) jangan sekali2 melakukan pendakian menggunakan jalur ilegal kecuali kalau kamu punya perusahaan asuransi sendiri ngga apa-apa. masalahnya kita kan ngga tau ya kondisi yang akan menimpa kita seperti apa nanti di lapangan., jadi mending ikutin aturan aja dech biar selamat. ok sob !

5. Lihat kondisi cuaca di tempat adventure kamu sebelum mendaki,cari tau kondisi terakhir medan pendakian di sana seperti cuaca, jalur pendakian dan biasanya ada beberapa gunung yang menyimpan mitos tersendiri. nah kamu cari tau itu dengan cara mengirimkan 1 atau 2 anggota tim yang akan mendaki untuk berangkat ke lokasi, sebaiknya dilakukan 3 hari menjelang pendakian.baik enggak nya perjalanan untuk diteruskan atau pending tergantung dari survey lokasi temen kamu itu.

6. Cek kondisi badan juga, klo ngerasa enggak fit, mendingan jangan dech, dari pada entar nyusahin diri sendiri dan teman2.

7. jangan lupa bawa bekal yang cukup,makanan dan minuman ringan dan uang yang banyak ( Kartu ATM nga berlaku lo kalo disana). untuk makanan yang paling efektif di bawa sebagai bekal bagusnya sih makanan yang manis-manis ( kaya mau buka puasa aja heu heu..), karena rasa manis bisa menjadi alternatif saat kamu kehabisan air minum ( kalau aku sih biasanya bawa gula merah..hehe murah dan menyegarkan!) jangan bawa2 makanan yang asem-asem, pedas apalagi kadaluarsa. ini serius lo!

8. Bawa peralatan buat jaga jaga,sehingga pada kondisi tertentu bisa di gunakan misalnya (senter, garam buat binatang 2 melata, tali tampar, perban dan obat luka, kompas, Pluit. dll). kalau menurutku yang paling utama yang tidak boleh tidak adalah makanan, kompas dan pluit. kok pluit sih seperti wasit aja heu heu..peluit bisa menyelamatkan disaat kamu malas teriak atau sudah kehilangan suara gara gara 4 hari ngga makan..kan ceritanya ni lagi nyasar, jadi tiuplah pluit sekeras mungkin!

9. Bawa peralatan untuk tubuh,misalnya jaket,alas buat tidur/sleeping bag.

10. Buat yang punya penyakit seperti asma,jantung, diare jangan lupa bawa obat yach. soalnya digunung ngga ada warung lo..kecuali pendakian ke tempat wisata seperti gunung Tangkuban Perahu sih kita gak usah khawatir soalnya di atasnya banyak warung.

11. pakailah pakaian jenis kaos,usahakan jangan pake berbahan katun,jangan lupa pake sepatu atau sandal yang khusus buat naik gunung. Ingat jangan sendal jepit!! karena disamping ngga tahan lama sandal seperti itu mudah putus tengah jalan.

tips ini telah dipakai oleh beberapa pendaki lokal dah terbukti ampuh serta efektif dan murah....nah semoga bermanfaat dan selamat mengarugi petualangan - petualangan berikutnya
34 komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …