Langsung ke konten utama

Kegiatan Operasi Sampah Di Jalur Pendakian Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Tahun 2013

Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai sarana rekreasi dan pariwisata  sering dikunjungi oleh lebih kurang 60.000-80.000 orang/tahun, diantaranya kegiatan wisata pendakian. Di sisi lain TNGGP masih menghadapi kendala yang disebabkan dampak dari kegiatan pendakian tersebut seperti pencemaran sampah.

Berdasarkan hasil hasil kajian pada tahun 2010 rata-rata sampah di TNGGP  adalah sebagai berikut :

    Sampah >500 kg per tahun atau 5 kg/hari (100 hari/kali pendakian per tahun).
    Kotoran Manusia >15 ton per tahun atau 75 kg/hari (200 hari pendaki per tahun).

Dari hasil kajian  tersebut setelah  dianalis  Jumlah sampah tahun 2010

    Jika diasumsikan per orang menghasilkan sampah 5 kg/ hari (kotoran, sampah sisa makanan, sisa perbekalan lainnya)  maka jika pada tahun 2010 jumlah pendaki  20.649 orang x 5 kg  maka akan menghasilkan sampah sebanyak 103.245 kg.

    Dengan Rata-rata perharinya pada tahun 2010 sampah yang dihasilkan adalah = 103.245 kg : 210 hari = 491,642 kg

Berbagai upaya telah dilakukan oleh  Balai Besar TNGGP diantaranya adalah :

    Penetapan Petunjuk Teknis Pendakian TNGGP
    Penetapan kuota
    Pemberlakuan Chek Packing : larangan membawa bahan B3
    Penyuluhan (saat pengurusan SIMAKSI dan chek packing)
    Pengisian Form Barang Bawaan / sampah
    Pengisian kuisioner (mengetes pengetahuan pendaki)
    Aksi bersih/ opsih (mandiri, kerjasama mitra TNGGP)
    Memperbanyak papan informasi / larangan
    Booking Online
    Sistem WAJIB pendampingan / Guiding (september 2009 s.d  April 2010)
    Pengelolaan sampah : lubang berpindah, pemilahan sampah (3 R), pernyataan sampah dibawa turun kembali, papan informasi/larangan
    Upaya masalah lingkungan : Kajian identifikasi aspek lingkungan, pengecekan kualitas air dan udara (melibatkan mitra terkait : LIPI, PUSLIT,dll)

Namun saat ini hasilnya masih dirasakan belum optimal, hal ini terlihat masih adanya sampah yang berserakan di kawasan TNGGP yang disebabkan oleh rendahnya kesadaran pendaki terhadap kebersihan lingkungan.

Berdasarkan hal tersebut diatas,  pada tanggal  21-22 Mei 2013 TNGGP telah melaksanakan kegiatan operasi bersih dengan melibatkan para pihak (Volunteer, LSM, Pecinta Alam, Forum Interpreter, Pam Swakarsa dan masyarakat).

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai bentuk kampanye lingkungan untuk memberikan keteladanan kepada pengunjung agar selalu menjaga kawasan TNGGP dari pencemaran sampah, sedangkan tujunannya untuk meminimalisir penumpukan sampah yang terdapat di kawasan TNGGP sebagai dampak dari kegiatan pengunjung.

Dari hasil kegiatan ini berhasil diturunkan sampah sekitar 75 karung dari jalur pendakian Gn. Putri dan 92 karung dari jalur pendakian Mandalawangi dengan rincian berat setiap karung 15 kg sehingga berat total sekitar 2505 kg.

Semoga kegiatan operasi bersih sampah ini dapat meminimalisir sampah di kawasan TNGGP, sehingga harapannya dapat meningkatkan kenyamanan dan pelayanan pengunjung khususnya kegiatan pendakian.

“Saran dan masukan untuk para pendaki bahwa kelestarian dan kebersihan kawasan TNGGP merupakan tanggung jawab kita bersama, ayoo kita jaga kebersihan kawasan dengan tidak membuang sampah di dalam kawasan, dan bawalah  sampah kembali ke luar kawasan terima kasih”.
Sumber : email from gede pangrango
Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pendaki Punya Puisi

Kerinduan nyanyian alam
Membawa angan melayang
Susuri tapak-tapak kaki silam
Tertutup semak berduri dan berdebu
Yang sekian lama menyesak kalbu
Menguji kekuatan sanubari kehidupan demi kehidupan
Menuju puncak kehormatan meski tanpa bentuk
Seperti terlukis dalam benak


Semakin lama langkah tak terkendali, terseok-seok
Jatuh bangun, kadang keluar jalur setapak
Aku tersentak, bingung, kagum, penat, …

Entah apalagi
Terdiam berdiri kutoleh ke segala penjuru arah
Oh… ternyata harus jengah sejenak mengusap keringat
Dingin berselimut kabut terasa menusuk belulang
Terduduk lamunan membawa bimbang
Pada seluruh perseteruan rasa, asa, dan maut…


Namun, gejolak itu cepat mereda terbuai
Rona alam yang tak asing dalam ingatan
Keabadian edelweis mengejek sisa-sisa semangat
Aku marah …
Aku berontak menggandeng segenap rasa
Yang bersemayam dalam diri mencoba jejakkan langkah
Pada episode selanjutnya


Akhirnya, …
Perjalanan hidup mati ini pun sampai pada puncaknya
Sembah sujud mencium tanah kebebasan
Semb…

Kisah dibalik hilangnya tujuh pendaki

...hahahaha.. kata itu yang pantas aku ucapkan setelah selesai mendaki bersama TIM Gabungan pencari korban. Betapa tidak, berawal dari kepanikan salah seorang anggota pendaki, hingga akhirnya merembet ke kota bahkan seluruh negeri, menjadi berita utama media massa, dikhawatirkan orangtua, dan dicari-cari puluhan orang di gunung, padahal mereka sendiri (merasa) baik-baik saja di gunung. Sempat ada dugaan, bahwa Trias yang bukan anggota Tribuana digojlok oleh teman-temannya, sengaja disuruh berjalan sendiri, hingga kemudian dia panik dan mengirim sms ke salah satu temannya di Jakarta. Tapi hal ini tidak benar, kata Zion, leader, yang mengatakan bahwa Trias memang mendahului teman-temannya agar lebih cepat mencapai puncak. Trias hampir terjebak gelap, panik, Selama beberapa hari mereka menjadi berita utama di media massa, sementara (katanya) mereka baik-baik saja di gunung. Bahkan oleh warga yang menemukan mereka katanya mereka sedang enak-enak bikin sop ayam. Tentu saja mereka mengelak…

JALUR PENDAKIAN ALTERNATIF GUNUNG GEDE

Sebelumnya kami mohon maaf bila tulisan ini tidak berkenan di beberapa orang/instansi karena tulisan di bawah ini saya hadirkan bukan bermaksud untuk mengajak teman-teman pendaki/pecinta alam untuk menjadikan jalur ini sebagai jalur utama.. karena judulnya juga kan Jalur alternatif. Ini hanya sebagai sumber tambahan lain bahwa keindahan gunung Gede dan Pangrango dapat dinikmati dari semua sisi dan tentunya akan menjadi sebuah perjalanan yang menyenangkan, menantang dan takkan terlupakan.
Pertama kali saya dan teman teman BeeMouNTaiN Adventure mendapatkan informasi ini dari seorang petani di wilayah kaki gunung Gede Pangrango tepatnya di sekitar daerah Pasir Datar Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi. Saat itu saya sedang bersilaturahmi dengan seorang teman yang sama-sama suka mendaki gunung juga. Awalnya rencana saya mendaki gunung akan memakai jalur resmi yaitu dari jalur Cibodas dan Gunung Putri Cianjur, namun entah kenapa dalam pikiran muncul niat untuk mencoba jalur yang di …